Beranda » Kekayaan Jenderal Andika 3 Kali Lipat dari Presiden Jokowi

Kekayaan Jenderal Andika 3 Kali Lipat dari Presiden Jokowi

Kekayaan dari calon Panglima TNI bernama Jenderal Andika Perkasa dicatat sudah mencapai Rp 179,9 miliar.

Angka ini sudah senilai 3 kali lipat dari kekayaan Presiden Jokowi. Tetapi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini Cuma punya 2 unit mobil.

Dari laporan mengenai harta kekayaan penyelenggara negara atau LHKPN Jenderal Andika memberikan laporan mengenai kekayaannya di bulan Juni 2021.

Asset yang ia miliki sudah melampaui kekayaan Jokowi yang sudah mencapai lebih dari Rp 63 miliar per bulan Maret 2021.

Dari total kekayaannya itu, Andika Perkasa punya 2 unit mobil dengan nilai Rp 2,6 miliar, yaitu Lamd Rover Sport 3.0 V6 AT Tahun 2014 serta Mecedes Bens Sprinter di tahun 2018.

Kedua mobil tersebut dibeli dengan hasilnya sendiri dimana masing – masing memiliki nilai Ro 800 juuta dan Rp 1,8 miliar.

Land Rover Sport 2014 merupakan salah satu mobil yang diproduksi oleh Land Rover. Tadinya, mobil ini punya tipe subkompak, namun dalam perjalanannya, Land Rover jadi mobil yang lebih besar serta lebih mewah.

Mobil tersebut pun tercatat menggendong mesin V6 dengan kapasitas 3.0 liter. Pemeran film James Bond yaitu Daniel Craig sempat mempromosikan mobil tersebut secara langsung lewat berbagai adegan di dalam film yang memberi unjuk dirinya yang sedang mengendarai Land Rover Sport.

Sementara, Mercedes Benz Sprinter adalah salah satu unik completely built up atau CBU yang dikirim langsung lewat kota Dusseldorf di Jerman.

Dengan adanya tinggi ruangan penumpang yang emnggapai 1,9 meter, lebar 1,9 meter, serta panjang 5,9 dan juga hingga 6,9 meter. Mobil van itu memberikan ruangan yang luas dengan kapasitas penumpang maksimal mencapai 12 orang.

Pada sisi lainnya, komisi I DPR RI memberikan persetyjuan Jenderal Andika menjadi seorang Panglima TNI yang menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahtjanto.

Keputusan tersebut pun diambil di dalam Rapat Dengan Pendapat Umum atau RDPU pada Senayan, Jakarta.

Ketua Komisi I DPR RI bernama Meutya Hafid berkata bahwa persetujuan tersebut berdasarkan dari hasil kesimpulan rapat internal Komisi I DPR RI sesudah mendengarkan pemaparan visi serta misi dari calon panglima TNI dan juga pandangan fraksi – fraksi di Komisi I.

ridie

Kembali ke atas